5 April 2009
28 Februari 2009
Demokrasi ala “Moloku Kie Raha”
Jauh sebelum Indonesia mengenal sistem demokrasi liberal ala Barat seperti saat ini, kerajaan-kerajaan Nusantara telah mengenal sistem demokrasi dan bernegara yang dibangun atas falsafah dan budayanya sendiri. Saling percaya, amanah, tanggung jawab moral, dan kesadaran atas posisi diri menjadi dasar membangun dan menjaga negara. Sebelum kecenderungan negara-negara modern menggabungkan diri dalam organisasi antarpemerintahan, empat kesultanan di wilayah Maluku Utara, yaitu Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo, telah menggabungkan diri dalam konfederasi Moloku Kie Raha melalui perjanjian di Pulau Moti pada 1322.
Penyatuan itu dimaksudkan untuk menggalang kekuatan ekonomi mereka dalam menghadapi ancaman bangsa-bangsa asing. Sejak abad ke-7 bangsa Mesir dan China serta sejumlah kerajaan Nusantara telah berada di wilayah Maluku utara untuk berdagang rempah-rempah. Bangsa-bangsa Eropa pun akhirnya tiba di Maluku utara pada awal abad ke-16 untuk keperluan yang sama.
selengkapnya : KOMPAS
24 Februari 2009
Pengaruh Bahasa Portugis ke dalam Bahasa Melayu Ternate
Bahasa Melayu Ternate (BMT) banyak sekali menggunakan kata-kata asal Portugis yang sampai sekarang masih tetap dipakai. Hal ini sangatlah wajar mengingat Portugis bukan hanya berkuasa secara politik tapi juga secara budaya, sehingga dengan demikian secara tidak sadar bahasa Portugis masuk dan berbaur dengan bahasa lokal setempat, meskipun terkadang pengucapannya agak berbeda dengan bahasa aslinya. Bahasa Portugis yang di pakai dan di adaptasi kedalam BMT. dibawah ini adalah sebagian kata-kata dari bahasa Portugis yang sudah menjadi kosa kata BMT dan juga bahasa Indonesia serta dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi ada juga kosa kata bahasa Portugis yang tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia lainnya, karena hanya dapat dipakai oleh masyarakat Maluku Utara.
Kosakata-kosakata itu adalah :
Bahasa Ternate - Bahasa Portugis - Bahasa Indonesia :
1. martelu = martelo = palu
2. pombo = pombo = merpati
3. feneti = alfinete = peniti
4. capato = sapato = sepatu
5. mai = mae = ibu
6. pai = pai = bapak
7. pastiu = fastio = bosan
8. tuturuga = tartaruga = penyu
9. sono = sono = tertidur
10. koleto = coleto = cubit
11. pardidu = pardido = suka jalan
12. testa = testa = dahi
13. seka = seka = gosok
14. kacumpit = kacumpit = anak kecil
15. ponoso = ponoso = pesek
16. bubengka = bibengka = kue
17. goropa = garoupa = sejenis ikan
18. kartas = cartaz = kertas
19. pasiar = pasear = pesiar
20. tampa = tampa = tempat
21. tela = telha = batu bata
22. rua = rua = jalan
23. laguna = laguna = danau
24. calana = chalana = celana
25. murutu = murutu = asal-asalan
26. oras = oras = waktu
27. bastiong = bastian = bagian benteng
28. salero = salero = garam
29. maraju = marraio = merajuk
30. fogado = fogado = kepanasan
Sumber : Buku Jejak Portugis Di Maluku Utara
Penulis : Alm. Irza Arnyta Djafar




