Tampilkan postingan dengan label Tentang Ternate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ternate. Tampilkan semua postingan

24 Februari 2009

Pengaruh Bahasa Portugis ke dalam Bahasa Melayu Ternate


Bahasa Melayu Ternate (BMT) banyak sekali menggunakan kata-kata asal Portugis yang sampai sekarang masih tetap dipakai. Hal ini sangatlah wajar mengingat Portugis bukan hanya berkuasa secara politik tapi juga secara budaya, sehingga dengan demikian secara tidak sadar bahasa Portugis masuk dan berbaur dengan bahasa lokal setempat, meskipun terkadang pengucapannya agak berbeda dengan bahasa aslinya. Bahasa Portugis yang di pakai dan di adaptasi kedalam BMT. dibawah ini adalah sebagian kata-kata dari bahasa Portugis yang sudah menjadi kosa kata BMT dan juga bahasa Indonesia serta dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi ada juga kosa kata bahasa Portugis yang tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia lainnya, karena hanya dapat dipakai oleh masyarakat Maluku Utara.
Kosakata-kosakata itu adalah :

Bahasa Ternate - Bahasa Portugis - Bahasa Indonesia :
1. martelu = martelo = palu
2. pombo = pombo = merpati
3. feneti = alfinete = peniti
4. capato = sapato = sepatu
5. mai = mae = ibu
6. pai = pai = bapak
7. pastiu = fastio = bosan
8. tuturuga = tartaruga = penyu
9. sono = sono = tertidur
10. koleto = coleto = cubit
11. pardidu = pardido = suka jalan
12. testa = testa = dahi
13. seka = seka = gosok
14. kacumpit = kacumpit = anak kecil
15. ponoso = ponoso = pesek
16. bubengka = bibengka = kue
17. goropa = garoupa = sejenis ikan
18. kartas = cartaz = kertas
19. pasiar = pasear = pesiar
20. tampa = tampa = tempat
21. tela = telha = batu bata
22. rua = rua = jalan
23. laguna = laguna = danau
24. calana = chalana = celana
25. murutu = murutu = asal-asalan
26. oras = oras = waktu
27. bastiong = bastian = bagian benteng
28. salero = salero = garam
29. maraju = marraio = merajuk
30. fogado = fogado = kepanasan

Sumber : Buku Jejak Portugis Di Maluku Utara
Penulis : Alm. Irza Arnyta Djafar

28 November 2008

Warisan Ternate

Imperium nusantara timur yang dipimpin Ternate memang telah runtuh sejak pertengahan abad ke-17 namun pengaruh Ternate sebagai kerajaan dengan sejarah yang panjang masih terus terasa hingga berabad kemudian. Ternate memiliki andil yang sangat besar dalam kebudayaan nusantara bagian timur khususnya Sulawesi (utara dan pesisir timur) dan Maluku. Pengaruh itu mencakup agama, adat istiadat dan bahasa.
Sebagai kerajaan pertama yang memeluk Islam Ternate memiliki peran yang besar dalam upaya pengislaman dan pengenalan syariat-syariat Islam di wilayah timur nusantara dan bagian selatan Filipina. Bentuk organisasi kesultanan serta penerapan syariat Islam yang diperkenalkan pertama kali oleh sultan Zainal Abidin menjadi standar yang diikuti semua kerajaan di Maluku hampir tanpa perubahan yang berarti. Keberhasilan rakyat Ternate dibawah sultan Baabullah dalam mengusir Portugis tahun 1575 merupakan kemenangan pertama pribumi nusantara atas kekuatan barat, oleh karenanya almarhum Buya Hamka bahkan memuji kemenangan rakyat Ternate ini telah menunda penjajahan barat atas bumi nusantara selama 100 tahun sekaligus memperkokoh kedudukan Islam, dan sekiranya rakyat Ternate gagal niscaya wilayah timur Indonesia akan menjadi pusat kristen seperti halnya Filipina.
Kedudukan Ternate sebagai kerajaan yang berpengaruh turut pula mengangkat derajat Bahasa Ternate sebagai bahasa pergaulan di berbagai wilayah yang berada dibawah pengaruhnya. Prof E.K.W. Masinambow dalam tulisannya; “Bahasa Ternate dalam konteks bahasa - bahasa Austronesia dan Non Austronesia” mengemukakan bahwa bahasa Ternate memiliki dampak terbesar terhadap bahasa Melayu yang digunakan masyarakat timur Indonesia. Sebanyak 46% kosakata bahasa Melayu di Manado diambil dari bahasa Ternate. Bahasa Melayu – Ternate ini kini digunakan luas di Indonesia Timur terutama Sulawesi Utara, pesisir timur Sulawesi Tengah dan Selatan, Maluku dan Papua dengan dialek yang berbeda – beda. Dua naskah Melayu tertua di dunia adalah naskah surat sultan Ternate Abu Hayat II kepada Raja Portugal tanggal 27 April dan 8 November 1521 yang saat ini masih tersimpan di museum Lisabon – Portugal.

Sumber By : wikipedia.org

Kota Ternate

Kota Ternate :
Kota Ternate adalah ibukota dari provinsi Maluku Utara, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 547,736 km² dan berpenduduk sebanyak 163.467 jiwa (2000). Kota ini terletak dibawah kaki gunung api Gamalama.

Tempat menarik :
Beberapa tempat wisata alam yang menarik, antara lain Pantai Sulamadaha, Danau Laguna, Danau Tolire, Pantai Bobane Ici, Batu Angus. Keraton kesultanan Ternate juga berdiri kokoh di kota ini, terletak di Salero menghadap ke arah timur berhadapan dengan pulau Halmahera.
Pusat tempat makanan di kota ini terletak di Swering, tepat berada di lapangan didepan kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara. Namun hanya beraktivitas selepas sore hingga tengah malam.

Sarana transportasi :
Kota Ternate yang memiliki Bandara Sultan Babullah dapat ditempuh melalui udara. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani jalur ini antara lain Wings Air (Group Lion Air), Merpati Airlines, Express Air dan Trigana Air. Penerbangan melalui kota Makassar, Manado maupun Sorong.
Kota ini juga memiliki pelabuhan laut A. Yani dengan jalur pelayaran yang dilalui kapal Pelni dua kali perminggu. Dua perusahaan ekspedisi kapal angkutan adalah Mentari dan Tanto.
Transportasi darat di kota ini menggunakan angkutan penumpang dengan mobil Suzuki Carry. Sejak akhir tahun 2005, telah mulai beroperasi armada taksi milik swasta dengan jumlah armada sekitar 50 unit.

Khas daerah :
Maluku Utara memiliki berbagai makanan khas daerah antara lain popeda (sagu), ketam kenari, halua kenari, bagea, serta hasil olahan ikan seperti ikan asap(ikan Fufu), gohu ikan, dll.
Perhiasan dari daerah ini adalah mutiara laut dan batu bacan.

Sumber By : wikipedia.org

3 November 2008

WISATA ALAM DAN BUDAYA

Wisata alam diantaranya : Danau Laguna, Danau Tolire, Cengkeh Afo yang berusia 3,5 abad , Batu Angus akibat letusan Gunung Gamalama tahun 1673 yang di dalamnya terdapat tugu makam tentara Jepang, dan sejumlah wisata pantai lainnya.

Adapun potensi Wisata adat dan wisata budaya, adat istiadat diantaranya :

Upacara Adat Kulano Uci Sabea ( Upacara keagamaan )
Upacara pengobatan Kapita Fanyira ( Upacara Adat )
Tarian Soya-soya ( Tarian adat penjemputan tamu )
Tarian cakalele ( Tarian permainan rakyat )
Tarian Lego dan Dansa ( Tarian kesenian klasik )
Tarian / ronggeng Tide ( Kesenian rakyat )
Tarian / ronggeng Gala ( Kesenian Rakyat )
Tarian Baramasuwen ( Tarian adat Ritual )
B a d a b u s ( Tarian adat ritual )
Jokokaha ( Tarian adat penjemputan tamu )
Ige segonofu ( Upacara adat dalam rangka pelantikan tamu / keselamatan)
Pembacaan Tamsil
Atraksi perahu Kora-kora.

WISATA SEJARAH

Bidang parwisata , disamping social culture masyarakat yang kaya akan budaya dan adat istiadat, juga terdapat asset – asset histories peninggalan masa lalu seperti :
  • Kedaton Sultan Ternate, yang dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 Nopember 1810, terletak di atas bukit Limau Santosa dan di dalamnya menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah cukup tinggi.
  • Masjid Sultan Ternate, di bangun yang oleh Sultan Hamzah pada tahun 1633 dengan kombinasi arsitektur Cina dan Jawa kuno
  • Benteng Toloco peninggalan bangsa Portugis, dibangun pada tahun 1512 oleh Gubernur Jendral Francisco Seereo dan direstorasi pada tahun 1610 oleh Jan Peter Booth.
  • Benteng Orange ( Benteng Malayu ), peninggalan Belanda, yang dibangun oleh Corneles De Jongoe pada tahun 1607 .
  • Benteng Kalamata ( Benteng Santa Lucia ) yang dibangun bangsa Portugis tahun 1540 dan dianeksasi Belanda tahun 1609.
  • Benteng Gamlamo ( Benteng Kastela ), yang dibangun oleh bangsa Portugis tahun 1521 oleh Antonio de Brito, dimana Sultan Khairun dibunuh oleh Antonio Pimentel atas perintah pamannya Capitao Diego Lopez de Mesquita
  • Benteng kota Janji ( Benteng Santo Pedro ), dibangun oleh bansa Portugis kemudian di duduki spanyo tahun 1606 dan dikuasai bangsa Belanda tahun 1612.
  • Makam Sultan babullah, yang terletak di Kelurahan Foramadiyahi,dikakai Gunung Gamalama yang memiliki daya tarik wisata.
  • Makam Sultan Badaruddin, Sultan asal Palembang yang diasingkan di Ternate pada tahun 1821 oleh bangsa Belanda.

13 Juli 2008

Sejarah isLam Masuk Ke Ternate...


Diperkirakan, Islam sudah lama masuk secara diam-diam ke Ternate melalui jalur perdagangan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang Arab yang datang ke wilayah tersebut untuk berdagang, bahkan ada yang bermukim. Selain melalui perdagangan, penyebaran Islam juga dilakukan lewat jalur dakwah. Muballigh yang terkenal dalam menyebarkan Islam di kawasan ini adalah Maulana Hussain dan Sunan Giri

Ada dugaan, sebelum Kolano Marhum, sudah ada Raja Ternate yang memeluk Islam, namun, hal ini masih menjadi perdebatan. Secara resmi, Raja Ternate yang diketahui memeluk Islam adalah Kolano Marhum (1465-1486 M), Raja Ternate ke-18. Anaknya, Zainal Abidin (1486-1500) yang kemudian menggantikan ayahnya menjadi raja, pernah belajar di Pesantren Sunan Giri di Gresik. Saat itu, ia dikenal dengan sebutan Sultan Bualawa (Sultan Cengkeh). Ketika menjadi Sultan, Zainal Abidin kemudian mengadopsi hukum Islam sebagai undang-undang kerajaan. Ia juga mengganti gelar Kolano dengan sultan. Untuk memajukan sektor pendidikan, ia juga membangun sekolah (madrasah). Sejak saat itu, Islam berkembang pesat di Ternate dan menjadi agama resmi kerajaan.

Sumber : members.virtualtourist.com
 
AksaL Achmad | Powered By Blogspot | © Copyright  2008