Tampilkan postingan dengan label Profil Ternate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Ternate. Tampilkan semua postingan

29 Juni 2010

Peta Udara Ternate


Selengkapnya : Aksal Achmad Site

24 November 2008

ProFiL Ternate

Ternate terletak antara 127 3 Bujur Timur dan 124 Bujur Barat serta 3 -3 Lintang Selatan berbatasan dengan
Sebelah Utara : Samudera Pasifik
Sebelah Selatan : Laut Maluku
Sebelah Barat : Laut Maluku
Sebelah Timur : Pulau Halmahera
Kota Ternate dengan memiliki berbagai komponen alam yaitu Laut, Pulau, Danau, Gunung, menggambarkan ciri topografis yang bervariasi yang didominasi oleh dataran kemiringan diatas 40 derajat seluas 127,37 km atau 51 % dari luas wilayah dan terdapat di Pulau Ternate, Pulau Hiri dan Pulau Moti, sedangkan Pulau Mayau dan Tifure merupakan wilayah dataran rendah yang dikelilingi oleh Laut bebas antar Pulau Ternate dengan Bitung - Sulawesi Utara
Ciri topografi atau kemiringan rendah terletak linear memanjang mengikuti beberapa pesisir pantai pada posisi 0 2 derajat seluas 54,96 km2 atau 22 %.

3 November 2008

Visi - Misi Kota Ternate

Mengamati perkembangan global, karakter kota Ternate, kultur masyarakat dengan sejumlah permasalahan pokok dan actual maka dirumuskan "Visi dan Misi membangun Kota Ternate " sebagai berikut

  • V I S I : Menjadikan Ternate sebagai kota budaya menuju masyarakat madani .

  • M I S I : Membangun Ternate menuju Kota Budaya Kota Perdagangan dan Wisata dan Kota Pantai

Sebuah kota harus memiliki "jati diri" sehingga jati diri itulah dapat diketahui kearah mana kota itu dikembangkan. Kota Ternate adalah bagian dari sejarah masa lalu yang mengalami perjalanan panjang kolonialisme sejak abad XV dan kota inipun sejak abad VII dan VIII masehi telah tersentuh dengan peradaban dunia .

Membangun kota budaya , bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local, tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu, masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan .

Sedangkan "Masyarakat Madani" yang diidamkan bukan semata-mata milik suatu komunitas tertentu, tetapi itu merupakan pemaknaan dari sebuah pemahaman tentang "civil society". Terbangunnya "kota budaya" dengan nilai-nilai interensiknya akan merupakan jalan lapang menuju "masyarakat madani" yaitu masyarakat berperadaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat yang demokratis dan masyarakat sejahtera yang cinta damai .

Strategi program pembangunan Ternate sebagai kota Budaya diarahkan upaya mengintegrasikan pembangunan fisik dan non fisik yang mengakarpada nilai dan keagamaan serta tradisi dan budaya masyarakat.

Strategi program –strategi program pembangunan kota perdagangan dan wisata diarahkanpada upaya untuk lebih meningkatkan produktifitas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. Oleh karena itu dibutuhkan penyediaan lahan perkotaaan dan penyiapan infra struktur perdgangan dan pariwisata yang memadai

Strategi Program pembangunan kota pantai/kota pulau diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengimbangkan kota Ternate dalam suatu sistem wilayah kepulauan melalui peningkatan infra struktur perkotaan, sumber daya alam, sumber daya manusia dalam kerangka pengembangan ekonomi rakyat .

ARTI DAN MAKNA LAMBANG "MAKU GAWENE"


ARTI DAN MAKNA LAMBANG DAERAH
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 1 Tahun 2000

Lambang Kota Ternate bertuliskan “ Maku Gawene ” mengandung makna saling menyayangi , cinta dan kasih sayang sesama manusia dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa .

Dasar Lambang Kota Ternate Berbentuk perisai bersudut tiga.

Mencerminkan karakteristik , fungsi dan peran kota Ternate sebagai kota budaya , kota Wisata dan Perdagangan , kota Pulau dan Pantai .


Bintang dipuncak Kota Ternate.

Menggambarkan Regilius , Ketakwaan dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


Lingkaran ditengah dasar Lambang kota Ternate.

Merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan persahabatan sesama manusia dimuka bumi.


Gerak ikan Pari yang dinamis dengan badannya melebar terbuka.

Mengungkapkan daerah kota Ternate yang terus berkembang .


Dilambang kota Ternate terdapat bunga Cengkih disisi kanan , dua Pala disisi kiri , serta ikan Pari ditengah yang dirangkai oleh daun cengkih dan daun pala .


Lambang kota Ternate memantulkan warna yang serasi dengan makna unsur-unsurnya :


B i r u ungkapan kecemerlangan , keteguhan dan kesabaran

Kuning kemakmuran dan kesejahteraan

Coklat tegas , penuh rasa tanggung jawab

Hijau kesuburan , kedamaian , religius

Putih bersih , ungkapan kesucian , keikhlasan dan kerelaan

Hitam kewaspadaan , kekuatan , kepastian disiplin dan ketegasan

12 Juli 2008

TERNATE (Wilayah,Geografis dan Topografi)


Wilayah Administrasi

Ternate adalah sebuah kota otonom yang dibentuk dengan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Ternate dan diresmikan pada tanggal 27 April 1999.
Kota Ternate memiliki luas wilayah daratan 249,75 km2 memiliki 8 buah Pulau yang terbentang diatas 5.547,55 wilayah perairan yaitu :

Pulau Ternate seluas 110,7 km2
Pulau Moti seluas 24,6 km2
Pulau Mayau seluas 78,4 km2
Pulau Tifure seluas 22,1 km2
Pulau Hiri seluas 12.4 km2

Termasuk 3 Pulau Pulau kecil yang tidak berpenghuni yaitu Pulau Maka seluas 0,5 km2 , Pulau Mano seluas 0,05 km2 dan Pulau Gurida seluas 0,55 km2.
Secara Administrasi Pemerintahan , Kota Ternate merupakan Ibukota sementara Propinsi Maluku Utara , terbagi atas 4 Kecamatan dan 60 kelurahan masing masing :

§ Kecamatan Kota Ternate Utara membawahi 18 kelurahan dengan luas wilayah 22,06 km2
§ Kecamatan Kota Ternate Selatan membawahi 19 kelurahan dengan luas wilyh. 28,96 km2
§ Kecamatan Pulau Ternate membawahi 17 keluarahan dengan luas wilayah 174,13 km2
§ Kecamatan Moti membawahi 6 kelurahan dengan luas wilayah 24,60 km2



Geografis dan Topografi

Ternate terletak antara 127’3 Bujur Timur dan 124’ Bujur Barat serta 3’-3’ Lintang Selatan berbatasan dengan

Sebelah Utara : Samudera Pasifik
Sebelah Selatan : Laut Maluku
Sebelah Barat : Laut Maluku
Sebelah Timur : Pulau Halmahera

Kota Ternate dengan memiliki berbagai komponen alam yaitu Laut ,Pulau , Danau , Gunung , menggambarkan ciri topografis yang bervariasi yang didominasi oleh dataran kemiringan diatas 40 derajat seluas 127,37 km2 atau 51 % dari luas wilayah dan terdapat di Pulau Ternate , Pulau Hiri dan Pulau Moti ,sedangkan Pulau Mayau dan Tifure merupakan wilayah dataran rendah yang dikelilingi oleh Laut bebas antar Pulau Ternate dengan Bitung - Sulawesi Utara
Ciri topografi atau kemiringan rendah terletak linear memanjang mengikuti beberapa pesisir pantai pada posisi 0 – 2 derajat seluas 54,96 km2 atau 22 %.


Selengkapnya....
 
AksaL Achmad | Powered By Blogspot | © Copyright  2008