1 Januari 2013
20 April 2012
24 Maret 2012
12 Desember 2011
Gamalama Eruption
KOMPAS.com - Gunung api Gamalama di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), Minggu (11/12/2011) sore kembali meletus. Warga sekitar pujn berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, Kristianto mengatakan di Ternate, Minggu, meletusnya gunung setinggi 1700 meter dari permukaan laut itu, dan hujan abu sudah menimpah Kota Ternate.
Menurut Kristianto, meletusnya Gunung Gamalama disertai dengan gempat letusan yang terjadi pada pukul 17.57 WIT, amplitude 26 mm dengan lama gempa sekitar 15 menit. Selain itu, gempa tremor hembusan menerus amplitude dengan 14 kali gempa hembusan amplitude dengan lama gempa 12-113 detik.
Kristianto mengatakan, Gunung Gamalama terjadi satu kali letusan abu hitam kelabu dengan tebal setinggi 1000 meter di atas puncak gunung dan condong ke selatan. "Hembusan asap umumnya berwarna putih tebal dengan tekanan lemah tinggi sekitar 100 meter di atas puncak condong ke arah timur laut," kata Kristiaanto.
Sebagian warga yang tinggi di sekitar kaki Gunung Gamalama seperti Marikurubu dan Moya nampak keluar rumah dan mengantisipasi berbagai kemungkinan adanya letusan susulan.
Sementara itu, Humas Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate, Sutopo Abdullah ketika dikonfirmasi meminta agar warga di Kota Ternate tidak panik terkait dengan meletusnya kembali Gunung Gamalama.
"Kami berharap warga Ternate jangan panic, tapi harus tetap waspada dan Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate pasti akan menyampaikan apa yang harus dilakukan warga terkait meletusnya kembali Gunung Api Gamalama," katanya.
Kendati demikian, status Gunung Gamalama di Kota Ternate masih siaga level III, meskipun aktivitas gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu mulai menunjukkan peningkatan.
6 Desember 2011
Bandara Sultan Babullah Ternate Ditutup

Kepala Pos Polisi Bandara Sultan Babullah, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Ismed Husni, mengatakan, debu vulkanik dikhawatirkan membahayakan penerbangan. Selain menghalangi jarak pandang, debu vulkanik bisa mengganggu kinerja mesin pesawat.
Empat jadwal penerbangan Express Air ke kepulauan di sekitar Maluku Utara, seperti Buli, Sanana, dan Labuha, serta Ambon, dibatalkan. Seluruh penumpang akan diberangkatkan besok pagi setelah bandara kembali beroperasi.
Tiga maskapai lain, yakni Sriwijaya Air tujuan Manado, Batavia Air tujuan Jakarta, dan Garuda Indonesia menuju Makassar, juga dibatalkan.
Begitu pula dengan empat jadwal kedatangan dari Jakarta, Halmahera Timur, dan Makassar, dibatalkan. Suasana Bandara Sultan Babullah pada Senin pagi tampak lengang.
Menurut Zulkarnain, salah satu staf Garuda Indonesia, pihaknya telah memberitahu penumpang bahwa penerbangan dibatalkan.
"Seluruh penumpang yang batal berangkat hari ini akan diprioritaskan pada penerbangan besok, apabila cuaca telah membaik," ungkap Zulkarnain.
Sumber : kompas.com








