25 Juli 2008

Oh Ternate

Oh Ternate...
tak terasa hampir enam tahun diriku meninggalkanmu...
tak terasa seperempat umurku kuhabiskan tidak bersama-sama denganmu

Oh Ternate...
begitu banyak kisah yang pernah engkau berikan pada diriku
begitu banyak kenangan yang takkan terlupakan ketika bersamamu


Oh Ternate...
Sudikah engkau untuk setia menungguku???
ikhlaskah engkau karena harus sehati denganku???


Oh Ternate...
Tunggulah diriku terhitung setahun dari sekarang....


MulaiLah Menghitung mundur...
Agar setiap saat kau merasa diriku semakin dekat bersamamu

19 Juli 2008

PERSITER Ternate


Klub ini didirikan tahun 1958 dan secara resmi menjadi anggota PSSI pada tahun 1961. Nama stadion yang menjadi basis Persiter Ternate adalah Stadion Gelora Kie Raha yang menjadi kebanggaan warga masyarakat Kota Ternate. Setelah penantian selama 10 tahun di Divisi 1, akhirnya tim Persiter lolos ke divisi utama setelah keluar sebagai juara 3 dalam partai 8 besar Divisi I tahun 2005 lalu.


Data Klub
Berdiri: 1958
Julukan: Laskar Kie Raha
Alamat: Jl. Gelora Kie Raha, Ternate
No. Tel: (0921) 21020
No. Fax: (0921) 24982
Stadion: Gelora Kie Raha
Kapasitas: 15.000 Penonton
Ketua Umum: Drs. H. Syamsir Andilli
Manajer: Burhan Abdurrahman
Pelatih: Jacksen F Tiago (2007) (2008 = ???)
Supporter: Superman (Suporter Persiter Mania)

Statistik
1994/1995 : Juara Divisi II Liga Indonesia
1995/1996 : Divisi I Liga Indonesia
1996/1997 : Divisi I Liga Indonesia
1997/1998 : Divisi I Liga Indonesia
1998/1999 : Divisi I Liga Indonesia
1999/2000 : Divisi I Liga Indonesia
2001 : Divisi I Liga Indonesia
2002 : Divisi I Liga Indonesia
2003 : Divisi I Liga Indonesia
2004 : Divisi I Liga Indonesia
2005 : Peringkat 3 Divisi I (promosi ke Divisi Utama)

Liga Indonesia
2006 : Peringkat 9 Divisi Utama Wilayah Timur Liga Indonesia
2007 : Peringkat 6 wilayah timur Liga Indonesia
2008 : Superliga = ????

Sumber : www.detik.com

Info HUT Kota Ternate

Dalam rangka menyongsong Hari Ulang tahun Kota Ternate yang ke 747 yang jatuh pada tanggal 29 Desember 2008, Pemerintah Daerah Kota Ternate saat ini menagadakan pameran
Pembangunan dan pasar malam bertempat di area Jl Boulevard pesisir pantai Kota Ternate nan indah. Pameran pembangunan ini di ikuti oleh semua instansi, dinas, jawatan, di lingkungan pemda Kota Ternate, BUMD,BUMN, Dunia usaha/industri. Acara ini semalam di buka langsung oleh Bapak Walikota Ternate dengan diramaikan oleh kesenian khas daerah, vocal group, tari-tarian dan lain sebagainya, dan di lanjutkan dengan kunjungan muspida di semua stand yang ikut hadir .

Khusus untuk stand Dinas pendidikan Nasional Kota Ternate kami juga menghadirkan program andalan Depdiknas saat ini yang tak lain dan tak bukan adalah “Jardiknas” ( Jejaring Pendidikan Nasional). selain itu di stand ini juga di ikuti oleh beberapa sekolah dengan ciri khas masing-masing baik SMP, SMA, dan SMK. Untuk Jardiknas kami mensosialisasikan keberadaan Jardiknas, ICT Center, NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), NPSN ( Nomor Pokok Sekolah Nasional), dan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Untuk memperlancar sosialisasi ini kami menyediakan koneksi Jardiknas yang terhubung dengan 2 PC dan 2 buah Notebook, yang terkonek dengan ICT Center Kota Ternate ( SMK Negeri 2 Kota Ternate) dan internet gratis kepada masyarakat pengunjung.
Stan ini mendapat antusias dari masyarakat pengunjung baik yang menanyakan tentang keberadaan jardiknas, maupun yang mau mengakses NPSN, NUPTK dan NISN, serta situs lain yang berhubungan dengan pendidikan. Pengunjung lebih banyak di dominasi oleh para siswa, para pendidik dan pemerhati pendidikan.
Demikian sekilas info dari arena Pameran menyongsong HUT Kota Ternate
Demikian sekilas info dari area Pameran HUT Kota Ternate

Sumber : http://blogger.diknas.go.id


Ternate Travel Guide


The tiny volcanic island of Ternate is one of the four historic sultanates of North Maluku that were once the World's only source of cloves and attracted traders from across the globe. Today Ternate is the capital of, and the main gateway into North Maluku province. It offers several historical sights and great volcanic scenery, dominated by active Gunung Gamalama. It is worth hopping over to its close neighbour Tidore, too.

Ternate, the most prominent of the four Moluccan sultanates, dates its foundation to 1257 AD. The ruling house traces its origins to the arrival of the Muslim sage, Sayyid Ja'afar Sadik, but the exact line of descent is subject to contradictory genealogies. The genealogies are only certain from the late sixteenth century Sultan, Zainal Abidin.

The island shares a unique history with the neighbouring states of Jailolo, Tidore and Bacan. All four share the same legendary past in which they form a cosmic whole, almost a separate universe or realm. In this universe, each state has its appointed place. Ternate forms the most important unit and its ruler is termed the Kolano ma-Luku (ruler of the Moluccas). Modern history, however, suggests that Ternate's position owes its place military triumphs, successfully concluded when it vanquished Tidore and Jailolo in 1380.

Selengkapnya : www.world66.com

KuLiner di Pinggir Pantai Ternate


Ternate ternyata tak hanya menyimpan keindahan pantai dengan pemandangan Pulau Halmahera. Makanan khas Ternate seperti Sop Saudara dan Pisang Hijau juga merupakan kekayaan kuliner Ternate yang sayang untuk dilewatkan!

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya bersantap di kota Ternate, Malut. Pusat jajanan malam di kota ternate berada di depan kantor gubernur, di tepi pantai Swering. Pantai ini lumayan indah, letaknya disebelah pelabuhan besar Ahmad Yani, Ternate.

Paling pas jika bertandang ke pantai ini adalah ketika Sunset, pemandangannya cantik dengan pulau Halmahera di kejauhan, dan kapal-kapal yang hilir mudik di pelabuhan. Airnya juga cukup jernih, karena pantai ini berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik.

Nah, kalau sore menjelang maghrib, para pedagang makan mulai menggelar tendanya. Ada pedagang martabak yang mayoritas berasal dari padang, ada pedagang pecel ayam yang berasal dari lamongan, pedagang buah (duku, langsa, sejenis duku tetapi lebih asam, dan durian) yang berasal dari Madura dan Halmahera, dan pedagang sop saudara yang berasal dari Makassar.

Di pantai ini saya paling suka menyantap sop saudara. Ada dua tempat yang saya suka, di sampang Bank Artha Graha (dari pagi sampai sore jam 4 sore), dan di tenda di pantai Swering (maghrib sampai malam). Sop saudara ini berwujud hampir sama seperti soto betawi. Berisikan daging dan jeroan sapi yang disiram kuah santan kental beraroma rempah yang kuat, ditaburi dengan daun bawang dan bawang goreng.

Tak lupa untuk memakannya kami juga ditemani dengan emping melinjo sedap. Sehabis makan sop ini, dijamin Anda pasti akan bermandikan peluh berkat rempah-rempah yang digunakan dalam masakan ini. Untuk kedai yang di samping Bank Arta Graha, karena buka di siang hari, mereka juga menyediakan es pisang hijau. Hmmm...enak dan segar.

Yang dimaksud dengan pisang hijau sendiri adalah pisang yang dibalut adonan tepung berwarna hijau. Disajikan dengan bubur sumsum putih, diberi es batu, dan disiram dengan sirop merah. Hmm... pokoknya cocok sekali buat menghilangkan dahaga di siang yang panas.

Harga kedua makanan tadi cukup murah dan terjangkau. Seporsi sop dengan nasi dihargai Rp 12.000,00. Sedangkan es pisang hijau cukup ditebus dengan uang Rp 4000,00 saja.

Kalau anda ingin merasakan masakan khas Ternate seperti gohu atau sashiminya Ternate, sagu lem, dan ikan kuah asam, bisa mencari masakan tadi di daerah Dufa-dufa yang letaknya dekat pelabuhan Dufa-dufa, dan di RM Florida. Nah, selamat berpetualang kuliner di Ternate!

Sumber : www.detikfood.com
 
AksaL Achmad | Powered By Blogspot | © Copyright  2008